Profil NCC
    Kitchen Community
    Ngobrol dong..
    Resep
        Masakan
        Kue
        Dessert
    Buku
    Highlight
    Tips
    Artikel
    Info Dapur
    Kursus
    Latest Event
    NCC Online Events
    NCC on the Record
    Tarif Iklan
    Q & A
  Kapan? Dimana? Ngapain aja sih NCC itu? Kegiatan apa yang diadakan NCC?  
 

 

 

 

Important Links: Cara Pendaftaran Kursus | Arsip Lama

 
Sunday, 13 April 2008
Bebek Bengil
Santap di tengah sawah
:: Penulis : Wisnu Martono
 

Bebek Bengil. Apa ada hubungannya dengan bebek bengal? Agaknya pertanyaan ini sering muncul di benak mereka yang baru mendengar nama restoran yang satu ini. Ternyata, tidak seperti itu konotasinya.

Bengil adalah bahasa Bali yang berarti kotor. Benar, restoran Bebek Bengil yang berlokasi di Padang Tegal, Ubud, Bali, ini memang dengan bangga menyebutkan restorannya dalam bahasa Bali berarti Bebek Kotor.

Menurut informasi resmi, ide nama Bengil muncul ketika serombongan bebek yang biasa berkeliaran di sawah di belakang restoran ini tiba-tiba saja menyerbu ke bangunan restoran yang sedang dalam tahap penyelesaian. Hasilnya sudah bisa diduga. Kaki-kaki bebek yang belepotan lumpur itu mengotori lantai.

Dasar pikiran kreatif! Kejadian mendadak ini memberi inspirasi kepada pemilik restoran untuk memakai nama Bebek Bengil. Kata bengil selain berarti “kotor” juga dimaksudkan sebagai ciri khas Bali, mengingat tidak ada kata yang mirip dalam Bahasa Indonesia.

Sambal Matah dengan aroma honje

Tentu saja, kalau hanya berhenti bermain dengan nama, restoran ini tidak akan seterkenal sekarang. Restoran ini berusaha menyajikan menu bebek khas Bali, dengan lingkungan pedesaan.

Pengunjung bisa memilih untuk bersantap di meja kursi  dan di ruang  konvensional, atau bersantap sambil lesehan di beberapa saung.  Atau lesehan di bangunan mirip joglo. Sekeliling belakang restoran ini masih berupa  sawah. Ketika saya berkunjung, nampak sejumlah bebek sedang mencari makan di sawah yang baru saja dipanen.  Benar-benar kental dengan suasana pedesaan.

Mau bersantap di saung?

Menu yang selalu tersedia tiap hari adalah bebek goreng a la Bebek Bengil. Bebek goreng setengah badan digoreng crispy, disajikan dengan nasi putih hangat. Lauk penyertanya adalah urap khas Bali, ditambah sambal (mirip) sambal matah dan sambal merah goreng.  Sambal matah berisi irisan bawang merah mentah, cabai, tomat, disiram minyak goreng plus air jeruk nipis ini terasa lebih segar dengan aroma irisan honje.

Ini adalah menu standar yang tersedia setiap saat. Apabila dikehendaki, restoran ini juga dapat menyajikan Bebek Betutu, yaitu masakan bebek dengan cara dimasak seperti warga Papua memasak dalam acara bakar batu. Bebek yang sudah diberi bumbu dan diisi rempah rongga badannya, dibungkus daun dan ditempatkan bersama bara api dan ditutup tanah  sehingga masak.

Karena agak rumit dan makan waktu penyiapannya. Ini adalah menu khusus yang hanya dapat dipesan sebelumnya.

Sebagai restoran yang disiapkan untuk menjamu turis dari berbagai negara, menu di restoran ini agak disesuaikan dengan lidah mereka. Untuk dessert, selain buah lokal, juga terdapat bermacam cake manis, semacam cheese cake, tiramisu. Buat saya sendiri, secangkir kopi Bali adalah penutup makan siang yang pas.

Selain di Ubud sendiri, Bebek Bengil juga membuka cabang di Wan Chai, Hongkong. Lumayan mengagumkan juga, mengingat China adalah “ibukota” Bebek Peking yang terkenal itu.

 

 Bersantap sambil memandangi sawah

 

 

 

 
–› index Artikel
 

Important Links: Cara Pendaftaran Kursus | Arsip Lama