Profil NCC
    Kitchen Community
    Ngobrol dong..
    Resep
        Masakan
        Kue
        Dessert
    Buku
    Highlight
    Tips
    Artikel
    Info Dapur
    Kursus
    Latest Event
    NCC Online Events
    NCC on the Record
    Tarif Iklan
    Q & A
  Kapan? Dimana? Ngapain aja sih NCC itu? Kegiatan apa yang diadakan NCC?  
 

2 Buku Seri Cake Decorating Step-By-Step

 

 

 

Important Links: Cara Pendaftaran Kursus | Arsip Lama

 
Wednesday, 09 December 2009
Award Most Recommended Consumer Community 2009
Oleh-oleh Dari ICE 2009
:: Penulis : Wisnu AM
 

KOMUNITAS yang terpilih adalah komunitas yang solid, bermanfaat bagi anggota dan masyarakat serta bisa bekerja sama baik dengan produsen. Demikian paparan Kemal Effendi Gani, Pimred sekaligus Pemimpin umum majalah Swa, ketika menyampaikan metodologi survei dalam menentukan komunitas yang tergolong the Most Recommended Consumer Community.

Dalam acara yang diadakan di Ruang Ceria, Hotel Shangri La, tanggal 1 Desember 2009,   NCC mendapat award sebagai ranking ke 11 Indonesia’s 2009 Most Recommended Consumer Community. Ada 30 komuniitas peserta ICE yang disurvei oleh  majalah Swa dan Prasetiya Mulya Business School (PMBS), dengan responden bagian marketing sejumlah perusahaan.  

Acara penganugerahan award ini merupakan puncak dari acara tahunan ICE (Indonesia Consumunity Expo) yang digelar PMBS dan Swa sebagai creator ICE bersama dengan Kelompok Kompas Gramedia, Metro TV dan Smart FM.

Dalam tanya jawab dengan para panelis, disebutkan bahwa NCC dapat dikelompokkan sebagai komunitas tipe komposer. Sebab, NCC tidak berafiliasi dengan salah satu merek, oleh karenanya menjadi independen dan bisa berinteraksi dengan semua produsen. Selain itu, aktivitas NCC tidak hanya terpusat pada kegiatan kuliner, melainkan sudah 'merambah' ke aktivitas lain yang sepintas nampak tidak ada kaitannya dengan kuliner. Fotografi, blog making, penerbitan buku adalah beberapa di antaranya.

Setiap komunitas memang memiliki ciri masing-masing. Cukup 'melegakan' bahwa dengan berbagai aktivitas yang dilakukan NCC selama ini, kita dikelompokkan sebagai komunitas komposer. Mampu menarik berbagai minat dan produsen untuk bergabung atau bekerjasama.
 
Apakah ICE itu?
 
Adalah Dr. Eka Ardianto (dosen Marketing PMBS) dan Prof Dr. Agus W. Soehadi (Direktur Program S1 PMBS) yang menyadari bahwa komunitas memiliki kedudukan khas dalam proses marketing. Sebuah komunitas bisa mempunyai posisi yang kuat, meskipun jumlahnya relative terbatas dibandingkan masyarakat luas.  Oleh karena itu, penting bagi produsen untuk berinteraksi dengan komunitas. Pemikiran inilah yang kemudian melahirkan konsep Consumunity (Consumer and Community), yaitu komunitas yang berperilaku juga sebagai konsumen.
 
Di tahun 2007 PMBS dan majalah  Swa mengadakan ICE, Indonesia Consumunity Expo, diikuti oleh sekitar 37 komunitas. Termasuk NCC. Tahun 2008, peserta ICE naik menjadi 70 komunitas, di mana NCC juga berpartisipasi.
 
Dalam ICE 2009 yang dilaksanakan 21-22 November 2009 di Plaza Parkir Timur Senayan (Jakarta), peserta yang ikut  lebih dari 150 komunitas. Itu pun dengan menolak beberapa komunitas, pada saat-sata penutupan pendafataran..Penyelenggaranya pun bertambah. Selain PMBS
dan Swamedia, mulai tahun ini Kelompok Kompas dan Gramedia serta MetroTV ikut
bergabung. Rasanya penyelenggara ICE sudah sedemikian lengkap, walau seharusnya instansi semacam Menkominfo juga terlibat.  
 
Tema ICE 2009 adalah Intercommunity, Komunitas yang baik adalah komunitas yang gaul dengan komunitas lain. Ini kembali diulang oleh pemimpin Swamedia, co-partner PMBS dalam event ICE, dalam sambutan di pembukaan ICE2009. Setiap penyeenggaraan ICE, tema yang diusung tidaklah sama.

Yang juga membedakan dengan ICE tahun sebelumnya,  dalam ICE kali ini juga ada tenda Business Proposal. PMBS sebagai lembaga pendidikan bisnis ingin menjembatani potensi bisnis komunitas dengan dunia usaha riil. Jadi, ICE tidak hanya ajang gathering antar komunitas maupun intra komunitas, melainkan juga ajang transaksi bisnis antara komunitas dan pelaku bisnis. Disinilah perlunya mengelola komunitas dengan baik sehingga memiliki potensi bisnis yang menguntungkan bagi seluruh membernya.

Dalam kaitan ini, penerbitan buku Direktori Bakul Kuliner NCC merupakan bagian dari upaya moderator untuk memperluas potensi pasar para bakul di NCC, selain memberi informasi kekuatan bisnis riil di NCC kepada calon klien. Pemikiran ini sejalan dengan latar belakang dilaksanakannya ICE. Dengan demikian, jumlahmember NCC yang hari ini mencapai nyaris 7100 orang juga mencerminkan adanya
kekuatan bisnis riil.Dan itu tercermin dalam jumlah entri di buku Direktori, yang akan diterbitkan setiap tahun.

Terlepas dari 'urusan serius' di atas, bagi NCC ICE merupakan ajang untuk mengajak masyarakat menggemari aktivitas kuliner, melalui kegiatan demo-demo ditenda Activity Zone. Di hari kedua ini, NCC menggelar dua sesi demo. Sesi pertama adalah pembuatan makanan tradisional klepon, wedang ronde dan kue lumpur. Di sesi kedua, diadakan demo menghias Wedding cake. Tujuan demo ini adalah menunjukkan kepada khalayak bahwa memasak atau menghias kue itu mudah.

Bagi NCC sendiri, ICE 2009 mendatangkan milestone tersendiri, dengan diraihnya award Most Recommended Consumer Community 2009. Award ini memacu kami untuk mulai berfikir, apa lagi yang akan kami kerjakan untuk NCC kita.

Foto-Foto ICE:

 

   

  

 

 

foto lain kegiatan NCC di ICE

 
–› index Hili
 

Important Links: Cara Pendaftaran Kursus | Arsip Lama